Bogor,Investigasi Birokrasi.net- Kepala desa parung kecamatan parung kabupaten bogor, bungkam saat dikonfirmasi atas pekerjaan turap tembok penahan tanah (TPT) yang patut diduga dikerjakan mengabaikan kualitas suatu pekerjaan (spesifikasi tekhnis).

Paket kegiatan pekerjaan tembok penahan tanah (TPT) tersebut bersumber dari bantuan keuangan APBD kabupaten bogor tahun anggaran 2025 sebesar Rp.210.000.000 (termasuk pajak) yang berlokasi di kampung jati parung rw 003 dengan volume pekerjaan, panjang 230 meter, lebar 0,3 meter, tinggi 2 meter

Berdasarkan pantauan beberapa awak media yang bergabung dalam dewan pimpinan cabang Serikat Pers Republik Indonesia kabupaten bogor (DPC SPRI Kab.bogor) di lokasi pekerjaan, bahwa pekerjaan pemasangan batu turap tidak terlihat adanya galian pondasi dan lantai kerja bahkan dalam keadaan kondisi berair dan tidak dipasang kisdam sehingga pasangan batu tersebut tergenangi air, serta ada terlihat penggunaan batu seperti batu bulat.

Falentin Sitompul, ketua DPC SPRI kabupaten bogor melalui surat dengan nomor: K/002/II/SPRI/DPC tertanggal 24 february 2025 mempertanyakan pekerjaan tembok penahan tanah tersebut kepada kepala desa parung dengan tembusan camat parung namun sampai berita ini ditayangkan belum memberikan jawaban bahkan camat parung saat dimintai informasinya melalui pesan Whats App tidak memberikan jawaban.

Falentin sitompul mendesak inspektorat kabupaten bogor untuk mengaudit pekerjaan pemasangan tembok penahan tanah tersebut pasalnya pekerjaan tersebut patut diduga dikerjakan tidak sesuai standar kualitas dengan ditandai dengan kondisi air yang menggenangi pemasangan batu kali tidak dipasang kisdam sehingga dapat mempengaruhi kualitas dan kekuatan struktur, air yang menggenangi pemasangan batu kali dapat mempengaruhi komposisi adukan semen.dan jika air masuk ke dalam adukan semen, maka dapat menyebabkan perubahan rasio air-semen,sehinggadapat mempengaruhi kekuatan dan ketahanan struktur.dan dapat menyebabkan struktur menjadi lemah,

Selain itu air yang menggenangi pemasangan batu kali dapat mempengaruhi proses pengeringan adukan semen dan hal tersebut dapat menyebabkan, struktur menjadi lemah dan tidak stabil, munculnya retakan atau kerusakan lainnya, erosi tanah di sekitar struktur, pergeseran atau pergerakan struktur, oleh karena itu, sebaiknya pemasangan batu kali yang tergenangi air dilakukan dengan mempergunakan kisdam dengan tujuan dapat membantu mengurangi risiko air yang menggenangi pemasangan batu kali dan untuk memastikan kekuatan dan stabilitas struktur, ujar ketua DPC SPRI kabupaten bogor ini
Pekerjaan tembok penahan tanah yang tidak memperhatikan kedalaman dan lebar pondasi dasar juga bisa berakibat fatal, tembok penahan tanah menjadi tidak stabil dan bisa runtuh, tanah di sekitarnya bisa longsor atau ambles,struktur bangunan di atasnya bisa rusak atau bahkan runtuh
Pemasangan turap tembok penahan tanah biasanya menggunakan lantai kerja (working platform) untuk beberapa alasan penting, salah satunya adalah kontrol kualitas: dengan lantai kerja, pekerja dapat lebih mudah mengontrol kualitas pekerjaan, seperti memastikan turap terpasang dengan benar dan sesuai desain.
Ketua DPC SPRI kabupaten bogor berharap agar pekerjaan yang mempergunakan keuangan negara harus dikerjakan sesuai spesifikasi dan jangan dipresentasikan yang penting dikerjakan dan fisiknya ada, ini pemahaman yang salah, dan meminta agar pihak pihak yang mengawasi pekerjaan yang mempergunakan keuangan negara terutama inspektorat segera mengaudit pekerjaan tersebut.








